Keabsahan Akta Risalah Lelang Sebagai Akta Otentik Dalam Pelaksanaan Lelang Elektronik Oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang
Bibliographic Data
| ID | 22338003 |
|---|---|
| Authors | AHNIA SEPTYA KARINA (University of Brawijaya), Sukarmi Sukarmi (0000-0001-5176-7779, University of Brawijaya), Endang Sri Kawuryan (University of Brawijaya) |
| Year | 2020 |
| Volume | 11 |
| Issue | 1 |
| Pages | 1 |
| Publication date | 2020-06-03 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | JURISDICTIE (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2086-7549 • E-ISSN: 2528-3383 |
| Publisher | Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (PUBLISHER) |
| DOI | 10.18860/j.v11i1.7421 |
| OpenAlex | W3033792524 |
| Language | EN |
Currently, auction can be done through internet media a.k.a. e-auction. E-auction sells the goods by offering written prices without the presence of participants conducted through an internet-based auction application. This internet-based auction is similar with conventional one. The difference is in case of face-to-face which will affect the originality of Auction Treatise. Treatise is the official report of auction issued by Auction Officer. This paper aims at analyzing the validity of treatise as an authentic document in e-auction. This is a normative juridical writing by analyzing the validity of e-auction treatise reviewed with legislation related to internet-based auction. The results indicate that the treatise in e-auction is authentic since it follows the principles written in Article 1868 of the Civil Code. However, in PMK Number 90/PMK.06/2016 and Vendu Reglement concerning the recitation of the chief of Auction Treatise can be done using Lex Specialis Derogat Legi Generalis principles. The e-auction treatise also has valid proof as long as there is no lawsuit filing. Saat ini, lelang dapat dilakukan melalui media internet atau e-auction. E-auction adalah penjualan barang dengan penawaran harga secara tertulis tanpa kehadiran peserta lelang yang dilakukan melalui aplikasi lelang berbasis internet. Lelang berbasis internet ini sama seperti pelaksanaan lelang konvensional. Perbedaanya terletak dalam hal tatap muka yang nantinya akan berpengaruh terhadap keotentikan Risalah Lelang. Risalah Lelang adalah berita acara pelaksanaan lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang. Makalah ini mеngаnаlіsis kеаbsаhаn аktа Rіsаlаh Lеlаng sеbаgаі аktа оtеntіk dаlаm pеlаksаnааn lеlаng еlеktrоnіk. Penulisan ini adalah yuridis normatif dengan menganalisis keabsahan Risalah Lelnag elektronik yang dikaji dengan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan lelang melalui internet. Hasil menunjukkan bahwa Risalah Lelang dalam lelang internet merupakan akta otentik karena telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 1868 KUH Perdata. Namun dalam PMK Nomor 90/PMK.06/2016 dan Vendu Reglement tentang pembacaan Kepala Risalah Lelang tersebut dapat terselesaikan dengan asas Lex Specialis Derogat Legi Generalis. Risalah Lelang dalam lelang melalui media internet juga memiliki kekuatan pembuktian sempurna sepanjang tidak ada yang melakukan gugatan
Advertising · Art · Business · Common value auction · Economics · Humanities · Microeconomics · Political science · Reverse auction · The Internet · World Wide Web · Computer Science · Indonesian Legal and Regulatory Studies · Legal and Policy Analysis in Indonesia · Legal Studies and Policies
| Highly cited | No |
|---|