Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Rekonstruksi Fikih Ekosentrisme

Revitalisasi Konsep Hima sebagai Antitesis Pembangunan Ekstraktif di Indonesia

Bibliographic Data

ID22353244
AuthorsMuhammad Suaib Tahir (0000-0001-5684-5369), Muhammad Arifin (0000-0003-2529-9371, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Muhammad Patri Arifin, Agam Royana, Habib Maulana Maslahul Adi (Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Muhsin Muhsin (0000-0002-0281-402X, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)
Year2026
Volume11
Issue1
Pages363-387
Publication date2026-05-29
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAl-Istinbath: Jurnal Hukum Islam (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2548-3374 • E-ISSN: 2548-3382
PublisherIAIN Curup (PUBLISHER)
DOI10.29240/jhi.v11i1.16274
OpenAlexW7162932027
LanguageEN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar krisis ekologis akut di Indonesia yang dipicu oleh paradigma ekonomi ekstraktif dan kegagalan regulasi sekuler seperti UU Cipta Kerja. Selain itu, studi ini berupaya meronstruksi konsep hukum Islam melalui perspektif Fikih Ekosentrisme dan revitalisasi instrumen Hima sebagai solusi alternatif untuk melindungi Wilayah Kelola Rakyat (WKR) serta mewujudkan keadilan ekologis yang substansial di tengah ambisi pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif dan studi kepustakaan yang mendalam. Data primer bersumber dari laporan strategis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) seperti Environmental Outlook 2025. Analisis dilakukan dengan menyinergikan data krisis lapangan tersebut dengan literatur hukum Islam kontemporer dan jurnal internasional bereputasi untuk membedah fenomena ketersesatan pembangunan dari kacamata teologi progresif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembangunan yang mengejar pertumbuhan PDB 8% telah mengakibatkan utang ekologis masif, termasuk deforestasi 26 juta hektar dan militerisasi tata kelola sumber daya alam. Ditemukan bahwa instrumen hukum positif saat ini cenderung memfasilitasi penghancuran alam demi investasi. Sebagai antitesis, Fikih Ekosentrisme dan konsep Hima menawarkan kerangka perlindungan kawasan yang lebih efektif dan berkeadilan karena menempatkan alam sebagai subjek hukum yang sakral. Revitalisasi Hima terbukti secara teoretis dan empiris mampu menurunkan laju kerusakan lingkungan sekaligus menjamin kedaulatan hak-hak masyarakat lokal atas ruang hidup mereka

Islam · Indonesian Legal and Regulatory Studies · Legal and Policy Analysis in Indonesia · Medical Research and Islamic Perspectives

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae