Eksistensi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila
Bibliographic Data
| ID | 23025307 |
|---|---|
| Authors | Slamet Suhartono (0000-0002-5848-8913, corresponding author) |
| Year | 2018 |
| Volume | 12 |
| Issue | 2 |
| Pages | 448 |
| Publication date | 2018-01-10 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | AL-IHKAM Jurnal Hukum & Pranata Sosial (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1907-591X • E-ISSN: 2442-3084 |
| Publisher | Institut Agama Islam Negeri Madura (PUBLISHER) |
| DOI | 10.19105/al-ihkam.v12i2.1255 |
| OpenAlex | W2783732701 |
| Language | EN |
| Citations received | 2 |
Berdasarkan Pasal 1 angka 2, Pasal 7 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (1) UU 12/2011, fatwa MUI bukan peraturan perundang-undangan, karena tidak dibuat oleh badan/atau lembaga yang berwenang dan tidak memiliki kekuatan mengikat umum. Namun, fatwa MUI merupakan sumber hukum materiil. Untuk menjadi hukum positif, maka fatwa MUI harus dipositivisasi oleh negara melalui peraturan perundang-undangan. Sebagai sumber hukum materiil, Fatwa MUI dapat dijadikan sebagai rujukan pembentukan peraturan perundang-undangan, bahkan menjadi rujukan wajib. Pasal 26 ayat (3) UU 21/2008 mewajibkan Peraturan Bank Indonesia menuangkan fatwa MUI tentang prinsip syariah, Pasal 25 UU 19/2008 mewajibkan Menteri Keuangan untuk meminta fatwa MUI sebagai dasar penerbitan SBSN, dan Pasal II angka 1 huruf a UU 1/2011 menjadikan fatwa MUI sebagai dasar atau acuan bagi penyelenggaraan kontrak derivatif syariah. Dengan demikian, fatwa MUI seolah-olah mengikat dalam hal dikeluarkan berdasarkan perintah dari peraturan perundang-undangan.
Political science · Islamic Finance and Communication · Law · Legal and Social Justice Studies · Legal Studies and Policies
| Unique citing works | 2 |
|---|---|
| Citations per year | 0,29 |
| Citation span | 2019 - 2022 (4) |
| Citation velocity | historical |
| Highly cited | No |