Yang Tumbuh dari Keseharian
Membaca Warung Pangku sebagai Ruang Pertemuan dan Pengetahuan Sosial dalam Film Pangku (2025)
Bibliographic Data
| ID | 24239789 |
|---|---|
| Authors | Isradina Paricha |
| Year | 2026 |
| Volume | 5 |
| Issue | 1 |
| Publication date | 2026-10-22 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Lembaran Antropologi (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2828-0954 • E-ISSN: 2828-0962 |
| Publisher | Universitas Gadjah Mada (PUBLISHER) |
| DOI | 10.22146/la.26286 |
| OpenAlex | W7223187292 |
Tulisan ini mengulas film debut penyutradaraan Reza Rahadian, Pangku (2025), sebagai lensa untuk memahami dinamika sosial dan produksi pengetahuan yang tumbuh dari keseharian perempuan pekerja di warung pangku sepanjang Jalur Pantura. Berakar pada realitas sosial, film ini memposisikan warung pangku bukan hanya sebagai lokasi persinggahan, melainkan sebagai ruang sosial yang kompleks tempat ekonomi informal, relasi kuasa, dan solidaritas perempuan dinegosiasikan dan dipertahankan. Melalui pendekatan etnografi visual, analisis ini menunjukkan bahwa pengetahuan sosial tidak selalu lahir dari institusi formal, melainkan terwujud dalam praktik keseharian yang berulang dari menyeduh kopi, menata ruang, hingga menjaga batas interaksi dengan pelanggan. Adegan-adegan rutin ini, seperti yang dialami karakter Sartika, mengungkap strategi bertahan hidup, pengelolaan emosi, dan pemahaman mendalam para perempuan terhadap ritme jalan dan ketidakpastian ekonomi. Pengetahuan ini menjadi sumber informasi kolektif dan perlindungan timbal balik di tengah minimnya dukungan negara atau keluarga. Warung pangku digambarkan sebagai mikrokosmos sosial yang dinamis, berfungsi sebagai arena kerja, negosiasi batasan tubuh, dan wadah solidaritas antar perempuan. Film Pangku secara keseluruhan menegaskan bahwa kehidupan di pinggiran Pantura adalah sumber pemikiran dan resistensi yang kaya, menempatkan pengalaman dan agensi perempuan pekerja sebagai subjek yang berharga dalam narasi sosial.
Anthropological Studies and Insights · Cinema History and Criticism · Urban and sociocultural dynamics
| Highly cited | No |
|---|