Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Makna Simbolis Upacara Cawir Bulung pada Masyarakat Suku Karo di Desa Seberaya Kecamatan Tigapanah

Bibliographic Data

ID2606307
AuthorsTumpal-Simarmata, Tumpal Simarmata (State University of Medan), Erika Andayani Bangun (State University of Medan)
Year2016
Volume2
Issue2
Pages144
Publication date2016-12-10
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueAnthropos Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2460-4585 • E-ISSN: 2460-4593
PublisherState University of Medan (PUBLISHER • ID)
DOI10.24114/antro.v2i2.5291
OpenAlexW2604129895
LanguageEN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Simbolis Upacara Cawir Bulung Pada Masyarakat Suku Karo di desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah. Setiap masyarakat mempunyai beragam jenis upacara tradisional yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Cawir bulung adalah upacara yang dilakukan suku karo untuk menghindari malapetaka yang mengincar sang anak. Hal ini diketahui dari mimpi buruk yang dialami orangtua dan kondisi anak yang sering sakit-sakitan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbolis tentang upacara cawir bulung pada masyarakat suku karo di desa Seberaya yang dapat dilihat dari simbol yang terdapat dalam proses pelaksanaan upacara cawir bulung dan untuk mengetahui proses pelaksanaan upacara cawir bulung tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memperoleh hasil penelitian yaitu makna simbolis dari upacara cawir bulung ini adalah adanya keterikatan roh atau jiwa sesorang dengan yang lain terutama yang masih memiliki hubungan darah dipercaya dapat menyembuhkan anak yang sering sakit-sakitan dan keterikatan roh atau jiwa ini dipercaya dapat menghindarkan si anak dari malapetaka yang mengancam keselamatan si anak. Pelaksanaan upacara cawir bulung dilaksanakan atas permintaan orangtua anak yang mengalami mimpi buruk atau orangtua anak yang sering sakit. sebelum melaksanakan upacara cawir bulung kedua anak akan di osei (seperangkat pakaian). Dalam upacara ini anak laki-laki menggunakan beka buluh dan anak perempuan menggunakan uis nipes. Kata kunci: Cawir Bulung; Simbol; Makna

Art · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Educational Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae