Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Ritual Otonan Di Bali
Bibliographic Data
| ID | 7520972 |
|---|---|
| Authors | Putu Krisdiana Nara Kusuma (0000-0002-0049-1116, Telkom University, corresponding author), Iis Kurnia Nurhayati (0000-0001-8714-5162), Iis Kurnia Nuryahati (0000-0002-4270-0078, Telkom University) |
| Year | 2019 |
| Volume | 1 |
| Issue | 2 |
| Pages | 195-195 |
| Publication date | 2019-04-12 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Jurnal Manajemen Komunikasi (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2548-3242 • E-ISSN: 2549-0079 |
| Publisher | Universitas Padjadjaran (PUBLISHER) |
| DOI | 10.24198/jmk.v1i2.10519 |
| OpenAlex | W2616739699 |
| Language | EN |
| Citations received | 3 |
Indonesia yang terdiri dari banyaknya pulau, kepulauan, serta provinsi, membuat negara ini memiliki berbagai macam budaya yang tentu saja berbeda satu dengan yang lainnya. Salah satu contohnya adalah Bali, yang terkenal dengan daerah wisatanya yang menarik serta budayanya yang sangat kental. Hingga saat ini, masyarakat di Bali masih memegang teguh kebudayaan mereka, khususnya bagi masyarakat Bali yang beragama Hindu. Ada banyak ritual keagamaan yang erat dengan budaya Bali yang saat ini masih dipegang teguh dan bahkan masih dilaksanakan oleh masyarakatnya. Salah satu contohya adalah ritual Otonan, yaitu perayaan hari kelahiran dalam adat Bali. Hal yang menarik dari Otonan ini adalah bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini, saat masyarakat lebih mengadopsi budaya barat, ternyata masih ada masyarakat yang tetap memegang teguh budaya serta kewajiban agamanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Tujua dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna denotative, konotatif, serta mitos dan ideologi dalam ritual Otonan. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan pemaknaan denotatif pada prosesi Mebyakaonan ritual Otonan yaitu berupa serangkaian kegiatan dalam Mebyakaonan ritual Otonan, di mana visual ditandai dengan gestur, pakaian, dan warna, verbal ditandai dengan doa-doa, dan audio ditandai dengan bunyi lonceng. Terdapat pemaknaan konotasi yang erat dengan ajaran agama Hindu seperti ajaran Tri Murti, Sad Ripu, makna air tirtha, dll, serta berbagai mitos dan ideologi seperti hierofani, ungkapan religius kolektif, religiusitas, serta agama sebagai sistem budaya. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin
Art · Humanities · Comics and Graphic Narratives · Cultural and Artistic Studies · Semiotics and Cultural Interpretation
The Oral Tradition of People's Beliefs on the Prohibiting Expression of the Bakumpai Society of the Barito Region (Tradisi Lisan Kepercayaan Rakyat Ungkapan Larangan Masyarakat Bakumpai Wilayah Barito)
Kepercayaan terhadap Berbagai Larangan pada Wanita Hamil di Dusun Tlogorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang
The symbolic meaning of Lulo dance
| Unique citing works | 3 |
|---|---|
| Citations per year | 0.6 |
| Citation span | 2021 - 2023 (3) |
| Citation velocity | historical |
| Highly cited | No |
| Citation types | Neutral: 3 |