Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Konstruksi Maskulinitas Ideal Melalui Konsumsi Budaya Populer oleh Remaja Perkotaan

Bibliographic Data

ID7522049
AuthorsArum Budiastuti (0000-0002-7942-2737, corresponding author), Arum Budiastuti Arum Budiastuti
Year2017
Volume14
Issue1
Pages8-8
Publication date2017-03-22
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueMOZAIK HUMANIORA (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2442-935X • E-ISSN: 2442-935X
PublisherAirlangga University (PUBLISHER • ID)
DOI10.20473/mozaik.v14i1.3845
OpenAlexW2626557132
LanguageEN
Citations received3

AbstrakDalam literatur kajian budaya, konsumsi budaya populer merupakan suatu konsumsi aktif, bukan praktik pasif yang menaï¬ kan agensi konsumennya sebagaimana dikemukakan oleh Aliran Frankfurt. Di sini budaya populer menjadi ajang negosiasi identitas, termasuk femininitas dan maskulinitas, di ruang sosial dan memberikan ruang bagi ideologi tertentu, patriarki misalnya, untuk berakar dan berkembang. Artikel ini membahas bagaimana remaja perkotaan membangun makna maskulinitas ideal melalui konsumsi budaya populer. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam pada 49 siswa laki-laki di sekolah menengah di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai jender yang terkait dengan konsep laki-laki yang lebih tua (bapak)adalah penanda penting konstruksi maskulinitas ideal di kalangan remaja yang diwawancarai. Bentuk-bentuk maskulin tersebut lebih dekat dengan maskulinitas aristokrat Jawa ideal yang terkait dengan tanggung jawab, kehandalan, kesabaran, dan menjadi pelindung. Namun, subjek yang diteliti menunjukkan upaya untuk menegosiasikan maskulinitas tradisional ini dengan norma maskulin yang mereka dapatkan dari budaya populer. Hal ini menjelaskan mengapa anak muda juga mengaitkan otot dan nilai-nilai seperti bertanggung jawab, peduli, melindungi, sopan, berotot, dan memiliki warna kulit lebih terang sebagai norma maskulinitas ideal. Dapat disimpulkan bahwa maskulinitas hegemonik tidak tunggal, tetapi jamak dan sangat dipengaruhi oleh dinamika budaya dan sosial dalam masyarakat tempat konsep maskulinitas tersebut berkembang.Kata kunci: budaya popular, maskulinitas hegemonik, jender, remaja perkotaan

Ideal (ethics · Political science · Cultural and Artistic Studies · Medicine · Psychology

  • Hubungan nilai budaya suku Batak dengan ideologi patriarki pada karakter pria dalam film Ngeri-Ngeri Sedap

    Open Access•Fadila Rana Laluna, M Suryadi et al.•DIGLOSIA Jurnal Kajian Bahasa…•2024

  • The Manifestation of Misogyny in the Pick Me Boy Trend on Tiktok Indonesia

    Open Access•Wang Ying, Mina Elfira•International Review of…•2024

  • Fluiditas Maskulinitas dan Feminitas dalam Boyband K-Pop sebagai Produk Industri Budaya

    Open Access•Dita Anggrahinita Yusanta•Kafa`ah Journal of Gender Studies•2019

Unique citing works3
Citations per year0,43
Citation span2019 - 2024 (6)
Citation velocityrecent
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 3

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae