Pembentukan Identitas Diri Pada Kpopers
Bibliographic Data
| ID | 7522282 |
|---|---|
| Authors | Arif Rahman Hakim (0000-0002-2088-0573, Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung, corresponding author), Ardhini Mardhiyah (Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Dika Muhammad Ilham Novtadijanto, Nahla Nurkholifah (Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Zulmi Ramdani (0000-0002-7052-4462, Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung), Andi Amri (0000-0001-9151-3933, Pancasila University) |
| Year | 2021 |
| Volume | 4 |
| Issue | 1 |
| Pages | 18-18 |
| Publication date | 2021-05-03 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | MOTIVA JURNAL PSIKOLOGI (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2615-6687 • E-ISSN: 2621-3893 |
| Publisher | Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (PUBLISHER) |
| DOI | 10.31293/mv.v4i1.5188 |
| OpenAlex | W3165714224 |
| Language | EN |
| References cited | 1 |
Identitas diri merupakan suatu hal yang sangat fundamental dalam diri individu dan seringkali mengalami krisis dalam pembentukannya. Identitas dapat dibentuk dan dipengaruhi oleh budaya yang melekat dalam diri seseorang, kelompok, atau organisasi. Saat ini, informasi dari berbagai budaya dapat dengan mudah terserap dan mempengaruhi pembentukan identitas diri. Salah satunya adalah fenomena “Korean Wave (Hallyu)”, yaitu suatu fenomena dari pesatnya perkembangan budaya Korea. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana pembentukan identitas diri individu penggemar KPOP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, subjek dalam penelitian ini adalah remaja penggemar KPOP berusia 12-21 tahun, yang memiliki bias atau idola KPOP secara spesifik, pernah membeli barang-barang yang berkaitan dengan KPOP dan mengikuti perkembangan dunia KPOP. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan identitas diri dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial, kelompok acuan dan tokoh idola. Pembentukan ini didasari oleh aspek eksplorasi terhadap kpop dan komitmen dari identitasnya sebagai kpopers. Dalam proses pembentukannya seluruh subjek telah mencapai tahap identifikasi, meski sebelumnya seorang subjek mengalami tahap krisis identitas dan seorang lainnya mengalami tahap difusi. Dalam penelitian ini kami menemukan motivasi yang menyebabkan perubahan identitasnya menjadi seorang kpopers dan perubahan motivasi hidup adalah motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penelitian ini, adalah bahwa secara umum seluruh subjek kpopers telah sampai pada status identitas achievement
Humanities · Asian Culture and Media Studies · Philosophy · Psychology
| Highly cited | No |
|---|