Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Penerapan Unggah-Ungguh Bahasa Jawa Sesuai Dengan Konteks Tingkat Tutur Budaya Jawa

Bibliographic Data

ID7524525
AuthorsPuji Arfianingrum (Muria Kudus University, corresponding author)
Year2020
Volume3
Issue2
Publication date2020-12-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Prakarsa Paedagogia (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2620-9780 • E-ISSN: 2621-5039
PublisherUniversitas Muria Kudus (PUBLISHER)
DOI10.24176/jpp.v3i2.6963
OpenAlexW4285575942
LanguageEN
Citations received2

Bahasa Jawa memiliki unggah-ungguh atau tingkat tutur sebagai ciri khas yang membedakan bahasa Jawa dengan bahasa daerah lain. Unggah - ungguh bahasa Jawa merupakan kaidah yang ada pada masyarakat Jawa dalam bertutur kata atau bertingkah laku dengan memperhatikan penutur dan lawan tutur serta melihat situasi dengan tujuan menjaga kesopansantunan untuk saling menghormati serta menghargai orang lain. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam susunan tata bahasa Jawa yang dikenal dengan strata penggunaan bahasa atau unggah ungguh basa. Secara garis besar susunan tata bahasa Jawa (tingkat tutur) terbagi menjadi dua, yaitu Ngoko dan Krama. Ngoko terbagi menjadi dua yaitu Ngoko Lugu dan Ngoko Alus, sedangkan Krama juga terbagi menjadi dua yaitu Krama Lugu dan Krama Alus. Budaya Jawa dalam era globalisasi semakin berkurang, dibandingkan dengan budaya barat atau budaya K-Pop dari korea. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi komunikasi terutama tayangan televisi yang lebih banyak menayangkan budaya metropolitan dan juga budaya global. Dikhawatirkan, budaya yang dikenal adiluhung akan hilang diterjang zaman. Orang Jawa sebagai pendukungnya tidak lagi peduli pada budaya warisan leluhurnya. Akibatnya banyak anak muda yang mulai kehilangan pengetahuannya tentang budaya Jawa. Hal ini menyebabkan keberadaan budaya Jawa semakin terancam dan semakin jauh dari anak muda sebagai generasi penerus bangsa. Budaya Jawa perlu diterapkan dan dikenalkan kepada anak-anak sejak dini terutama anak zaman sekarang, untuk menghindari hilangnya budaya yang semakin terkikis dengan adanya globalisasi. Tindak laku berbahasa dalam budaya Jawa disebut sebagai unggah-ungguh basa. Pentingnya penerapan Unggah-Ungguh bahasa Jawa dalam bermasyarakat khususnya masyarakat Jawa di daerah sekitar Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya. Unggah-ungguh bahasa Jawa memberikan pembeda dalam berinteraksi dengan orang sebaya atau sederajat, dengan orang yang lebih tua, atau lebih tinggi status sosialnya

Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Linguistics and Language Analysis

  • Javanese Translation of Anâ Allâh

    Open Access•Aris Fauzan, Safrudin Edi Wibowo et al.•Khazanah Jurnal Studi Islam dan…•2023

  • The comparison of indigenous cultural religiosity in Buleng and Kentrung's preamble as oral traditions

    Open Access•Nur Aini Puspitasari, Vismaia S Damaianti et al.•KEMBARA Journal of Scientific…•2024

Unique citing works2
Citations per year0,67
Citation span2023 - 2024 (2)
Citation velocityrecent
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 2

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae