Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Perempuan Dan Kearifan Lokal

Performativitas Perempuan Dalam Ritual Adat Sunda

Bibliographic Data

ID7525489
AuthorsJajang A Rohmana (0000-0003-3377-7169, corresponding author), Ernawati
Year2014
Volume13
Issue2
Pages151-151
Publication date2014-12-03
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueMusãwa Jurnal Studi Gender dan Islam (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1412-3460 • E-ISSN: 2503-4596
PublisherPusat Layanan Difabel (PUBLISHER • ID)
DOI10.14421/musawa.2014.132.151-166
OpenAlexW2598935553
LanguageEN
Citations received8
References cited6

Mengkaji konstruksi identitas gender dalam komunitas adat dengan kearifan lokalnya ibarat pisau bermata dua. Ia bisa mendominasi atau sebaliknya membebaskan. Salah satu kecenderungan positif bagi pembebasan perempuan adalah performativitas perempuan dalam ritual adat Sunda. Kajian ini memfokuskan pada masalah performativitas perempuan dalam ritual mapag (menyambut) Dewi Sri di komunitas adat Kampung Banceuy di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Studi dilakukan dengan pendekatan etnografi feminis dengan menggunakan analisis Butler tentang performativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sudut peran perempuan yang menonjol dilihat dari struktur ritual serta atribut pakaian dan penampilan. Secara struktur, perempuan lebih banyak memegang peranan dari sejak acara persiapan ritual hingga pasca ritual. Dewi Sri sebagai simbol kehidupan dianggap menjadi penanda utama gender acts yang membentuk identitasnya dalam wilayah gagasan keperempuanan yang serba simbolis (padi). Selain itu, dimensi atribut dan penampilan dalam ritual juga memegang peranan signifikan seperti tampak pada rias wajah dan pakaian penuh warna. Namun, penampilan feminin sepanjang ritual pada dasarnya bukan produk dari identitas feminin, sebaliknya, identitas feminin itu diperoleh karena perempuan menampilkan atribut pakaian, tarian dengan menggerakkan tubuh dan bertingkah feminin secara berulang-ulang. Performativitas dalam atribut dan penampilannya itu lebih disebabkan aturan adat yang hegemonik dan memaksa dirinya agar mendapatkan pengakuan secara sosial di masyarakat. Meski terjadi negosiasi dalam penerimaannya, perempuan melalui pakaian dan gerakan itu kemudian berusaha menampilkan dirinya sebagai perempuan yang dibayangkan secara ideal oleh komunitas adat tersebut

Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies

  • How To Challenge The Life Women Resiliency In Acehnese Matrilocal System

    Open Access•Fakhriati Fakhriati, Kustini Kustini et al.•SAMARAH Jurnal Hukum Keluarga dan…•2023

  • Praktik Wacana Nyesek Bagi Perempuan Sasak

    Open Access•Devi Adlina Putri, Sri Kusumo Habsari et al.•Kafa`ah Journal of Gender Studies•2020

  • Performativitas dan Komodifikasi Androgini di Media Sosial

    Open Access•Selly Astari Octaviani•Jurnal Kawistara•2021

  • Resilience of Farming Labours Based on Bawon System Tradition and Ani-Ani Traditional Appliance In Indigenous Community of Urug Societies In Bogor, West Java

    Open Access•Bahagia Bahagia, Bahagia-Bahagia et al.•Jurnal Kawistara•2020

  • Feto-mone Gender Paradigm in the Culture and Architecture of the Dawan Tribe Settlement in Kaenbaun Village

    Open Access•Yohanes Djarot Purbadi, Reginaldo Christophori Lake et al.•Wacana Seni•2021

  • Gender Perspectives in Kasnono Traditional Rituals Speech in Biloto Village, South Central Timor District

    Open Access•Agnes Maria Diana Rafael, Asti Yunita Benu•LITE Jurnal Bahasa Sastra dan…•2021

  • Tragedi dalam Harmoni

    Open Access•Yulianingsih Yulianingsih, Erna Herawati•Jurnal Antropologi Isu-Isu Sosial…•2022

  • Eksistensi Perempuan Sunda Berdasarkan Dimensi Sunan Ambu dalam Epos Lutung Kasarung

    Open Access•Mochamad Ziaul Haq, Penti Aprianti et al.•Hanifiya Jurnal Studi Agama-Agama•2023

  • Gender Trouble

    Judith Butler•Gender Trouble•2011

  • Women's Dance among the Sundanese of West Java, Indonesia

    Irawati Durban Arjo•Asian Theatre Journal•1989

  • Dewi Sri in Village Garb

    Rens Heringa•Asian Folklore Studies•1997

  • Sri and Sedana and Sita and Rama

    Robert Wessing•Asian Folklore Studies•1990

  • Islam, Law and Equality in Indonesia

    Open Access•B Maurer•American Anthropologist•2004

Unique citing works8
Citations per year1,33
Citation span2020 - 2023 (4)
Citation velocityhistorical
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 7

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae