Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Selametan Kematian Di Desa Jaweng Kabupaten Boyolali

Bibliographic Data

ID7525658
AuthorsDinia Agustia Artika Sari (0000-0003-1504-2230, Sebelas Maret University, corresponding author)
Year2018
Volume1
Issue2
Pages147-147
Publication date2018-01-09
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueHaluan Sastra Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0852-0933 • E-ISSN: 2549-1733
PublisherUniversitas Sebelas Maret (PUBLISHER)
DOI10.20961/hsb.v1i2.15188
OpenAlexW2790709059
LanguageEN
Citations received2

ABSTRAK Tradisi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh masyarakat, sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pada akhirnya menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat (Agus Riyanto, 2014:1). Tradisi membentuk suatu nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi suatu kekayaan budaya bagi suatu daerah yang harus dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya. Sampai saat ini, masih banyak desa-desa di Jawa yang melakukan tradisi seperti itu. Desa tersebut adalah Desa Jaweng, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Salah satu tradisi yang masih dilakukan adalah tradisi selametan kematian yang terdapat nilai-nilai Islam di dalam pelaksanaanya seperti adanya ceramah agama Islam atau tausiyah, membaca do’a-do’a, ayat-ayat Al-Qur’an, sholawat, dan berdzikir yang dikenal dengan tahlilan . Tradisi selametan setelah kematian tersebut sampai sekarang masih banyak dilakukan masyarakat di Desa Jaweng karena didorong oleh suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang kuat terhadap sistem nilai dan adat istiadat yang sudah berjalan turun temurun. Tulisan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa keberadaan tradisi selametan kematian di Desa Jaweng tersimpan nilai positif dalam pelaksanaannya. Masyarakat di Desa Jaweng memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai tradisi tersebut. Seperti halnya ada masyarakat yang memiliki keinginan atau termotivasi untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan tersebut dan ada juga yang menilai bahwa kegiatan semacam itu tidak perlu dilakukan karena tidak ada hadist yang mendasarinya. Tradisi semacam ini perlu diambil nilai positif yang terkandung oleh masyarakat itu sendiri. Seperti halnya tradisi tersebut untuk silaturrahmi atau sekedar menyambung ikatan saudara dengan masyarakat satu dengan yang lain yang menimbulkan rasa satu kepentingan dan kebersamaan sehingga muncul hubungan sosial yang erat. Kata Kunci: I slam, J awa, selametan, tradis i

Art · Humanities · Physics · Community-based Tourism Development and Sustainability · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia

  • Selametan Day of the Dead From a Javanese Cultural Perspective among Santri and Abangan

    Open Access•Bagus Wahyu Setyawan, A Rashid A Aziz et al.•IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya•2022

  • The sleeping soul doctrine of metaphysical anthropology in the Javanese death tradition

    Open Access•Daniel Fajar Panuntun, Wandrio Salewa et al.•HTS Teologiese Studies /…•2023

Citations per year0.5
Citation span2022 - 2023 (2)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae