Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Seba

Puncak Ritual Masyarakat Baduy Di Kabupaten Lebak Provinsi Banten

Bibliographic Data

ID7527783
AuthorsNandang Rusnandar (0000-0001-6242-4018, Kaneka (United States), corresponding author)
Year2013
Volume5
Issue1
Pages82-82
Publication date2013-03-01
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePatanjala Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2085-9937 • E-ISSN: 2598-1242
PublisherBalai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat (PUBLISHER)
DOI10.30959/patanjala.v5i1.168
OpenAlexW2789589981
LanguageEN
Citations received1

AbstrakPenelitian tentang upacara seba yang merupakan puncak kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat (Baduy) Kanekes di Kabupaten Lebak, bertujuan untuk mengetahui makna dan simbol yang ada dalam upacara tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskripsi dengan pendekatan fungsional melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dan pengamatan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa upacara seba merupakan puncak acara ritual yang dilakukan setahun sekali yang dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan pemerintah atas kesejahteraan masyarakat Baduy yang telah dihasilkan dalam kurun satu tahun. Di samping itu upacara ini menjadi bukti adanya pengakuan secara adat dan bertujuan untuk bersilaturahmi antara masyarakat Kanekes dengan pemerintah baik di kabupaten maupun di provinsi yaitu kepada pejabat bupati dan gubernur yang secara informal mereka menjadi pemimpin masyarakat Baduy. Pelaksanaan upacara dipilih waktu yang terbaik untuk hari dan tanggal pelaksanaannya, terutama setelah selesai panen. Upacara seba merupakan rangkaian dari religi atau sistem kepercayaan agama Sunda Wiwitan yang dianut oleh masyarakat Kanekes, maka upacara ini wajib dilakukan karena merupakan pusaka leluhur harus terus dijaga dan dilestarikan yang diwariskan secara berkesinambungan kepada anak cucunya secara tegas dan mengikat.AbstractThis research aims to find out meanings and symbols in seba, the culmination of (Baduy) Kanekes‟ religious ritual. By conducting descriptive research method the author applied functional approach. Data were collected through interviews and observation. The result shows that the seba ceremony is the culmination of series of religious ritual conducting every year. The ceremony is performed to express gratitude to God and the government for the prosperity they have gained during the year. On the other hand, seba is the evidence of customary recognition as well as a means of maintaining good relationship between Kanekes people and the government, either with bupati (the Regent)or the governor as their informal leaders. The Baduys determine good date and time which they think the best for performing the ceremony, especially after harvest time. Seba is a part of series in religious ritual of ancient Sundanese belief system (Sunda Wiwitan) which is embraced by the Baduys. The ceremony is an obligatory because it is the legacy of their ancestors which have to be preserved and to be passed on continuously to their descendants

Art · Humanities · Theology · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Educational Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Philosophy

  • Fungsi Ngarot Untuk Masyarakat Lelea

    Open Access•Ria Intani Tresnasih dan Lasmiyati•Patanjala Jurnal Penelitian…•2016

Unique citing works1
Citations per year0,1
Citation span2016 - 2016 (1)
Citation velocityhistorical
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 1

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae