Konstruksi Identitas Tionghoa melalui Difusi Budaya Gambang Kromong
Studi Kasus Film Dikumenter Anak Naga Beranak Naga
Bibliographic Data
| ID | 7538536 |
|---|---|
| Authors | Umilia Rokhani (Universitas Gadjah Mada, corresponding author), Aprianus Salam (Universitas Gadjah Mada), Ida Rochani-Adi (Universitas Gadjah Mada) |
| Year | 2017 |
| Volume | 16 |
| Issue | 3 |
| Pages | 141-152 |
| Publication date | 2017-07-28 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | RESITAL JURNAL SENI PERTUNJUKAN (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2085-9910 • E-ISSN: 2338-6770 |
| Publisher | Indonesian Institute of the Arts, Yogyakarta (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.24821/resital.v16i3.1679 |
| OpenAlex | W2783565996 |
| Language | EN |
| Citations received | 4 |
| References cited | 2 |
Gambang kromong menjadi kesenian campur yang mampu bertahan di tengah pembatasanterhadap ruang gerak masyarakat Tionghoa. Keberadaan kesenian ini sekaligus menjadi atributbudaya yang mampu menjadi unsur pembangun identitas masyarakat Tionghoa. Identitas Tionghoamelalui kesenian gambang kromong memunculkan konstruksi yang berbeda terkait dengankebertahanan kesenian tersebut. Wacana ini muncul pada film dokumenter Anak Naga BeranakNaga. Konstruksi identitas ini dikaji dengan mempergunakan teori Bhabha tentang konsep ruangantara.Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial untuk melihat makna-maknasubjektif dari pengalaman-pengalaman subjek pelaku kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia.Melalui pendekatan ini dapat diketahui bahwa konstruksi identitas masyarakat Tionghoa melaluikesenian gambang kromong bersifat heterogen. Konsep kehidupan berkesenian yang cair dan mampumenembus batas perbedaan terepresentasi pada bentuk instrumen, lagu-lagu yang dibawakan maupunfungsional dari pertunjukan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa identitas masyarakat Tionghoajuga dikonstruksi secara cair oleh masyarakat, bukan hanya dalam menghadapi perbedaan danpermasalahan etnisitas tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Dengankonstruksi yang cair tersebut, konstruksi identitas masyarakat Tionghoa menjadi bersifat pragmatisdan dis-identifikasi
Art · Humanities · Cultural and Artistic Studies · Diverse Cultural Media Analysis · Islamic Finance and Communication
Memahami Hubungan Tarawangsa dan Erhu dalam Perspektif Etnomusikologi
Penggarapan Ulang Ilustrasi Musik Film “Jendela” Karya Randi Pratama; Studi Karya Tugas Akhir Larasati Rahma Aditiara
Menggali Eskalasi Pemaknaan Secara Eksistensial terhadap Topo “Tanda Keperkasaan Laki-Laki Numba”
Musik Bandar Dalam Perspektif Seni Budaya Nusantara
| Unique citing works | 4 |
|---|---|
| Citations per year | 0,44 |
| Citation span | 2017 - 2024 (8) |
| Citation velocity | recent |
| Highly cited | No |
| Citation types | Neutral: 4 |