Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Adat Istiadat Kematian dan Kelahiran Suku Dayak Banyadu

Bibliographic Data

ID19584494
AuthorsYusawinur Barella (0000-0001-5205-3567, St. Andrews University), Aminuyati Aminuyati (Tanjungpura University), Nurhajijah Saidi (Tanjungpura University), Amanda Rechita Putri Aprilia (Tanjungpura University), Arianto Arianto (0000-0002-9420-0243, Tanjungpura University), Yoga Amanda (Tanjungpura University), Ayu Soraya (0000-0003-1055-5336, Tanjungpura University), Andryan Yusuf (Tanjungpura University)
Year2024
Volume6
Issue2
Pages236-244
Publication date2024-09-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueJurnal Adat dan Budaya Indonesia (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2615-6156 • E-ISSN: 2615-6156
PublisherUniversitas Pendidikan Ganesha (PUBLISHER)
DOI10.23887/jabi.v6i2.61023
OpenAlexW4410569439
LanguageEN
References cited8

Dayak sebutan atau suku bagi penduduk asli pulau Kalimantan, Dayak Banyadu terkenal mempunyai ciri khas berbagai macam budaya sendiri, Dayak Banyadu memiliki perbedaan budaya dari budaya-budaya etnis lainnya, keadaan inilah yang selalu menarik untuk amati khususnya dalam konteks adat istiadat Dayak Banyadu. Penulis ingin melihat bagaimana adat istiadat yang terdapat pada suku Dayak Banyadu. Penelitian ini menyajikan hasil yang didapatkan dilapangan di Kabupaten Bengkayang. Data tersebut diperoleh dari sumber surveidilapangan dan melakukan wawancara. Adat istiadat Dayak Banyadu memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri dapat ditemukan pula persamaan pada beberapa unsur cara adat. Adat istiadat kematian memperlihatkan bagaimana Kematian dianggap sebagai hal yang sakral, penting dan berharga dalam siklus kehidupan manusia. Tradisi suku Dayak Banyadu dalam proses kematian bentuk dari nenek moyang yang diturunkan ke generasi muda pada proses adat kematian memiliki kepercayaan yang sakral apabila dilanggar tata cara proses kematian Terdapat prosesi yang dilakukan apabila ada yang eninggal, dan dilakukannya adat istiadat ini dimulai dari sebelum orang yang meninggal dimakamkan hingga dimmakamnya. Kedua proses adat istiadat kelahiran dan kematian menjadi salah satu bentuk tradisi suku Dayak Banyadu dari nenek moyang hingga turun ke generasi muda saat ini dan dipercayai menjadi sakral bagi suku Dayak Banyadu. Tradisi kelahiran ini dikhususkan pada seorang ibu yang hamil hingga melahirkan. Mereka akan melewati ritual dan larangan-larangan pada saat mengandung hingga melahirkan, baik itu larangan untuk memakan makanan yang tidak baik untuk kesehatan ibu dan anak hingga kegiatan keseharian yang tidak boleh dilakukan

Biology · Food Security and Socioeconomic Dynamics

  • Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat

    Open Access•Oktaviana Supriani Ririn, Diaz Restu Darmawan et al.•Ideas Jurnal Pendidikan Sosial…•2021

  • Hubungan Sosial Antara Etnis Banjar Dan Etnis Madura Di Kota Banjarmasin

    Open Access•Yusuf Hidayat•KOMUNITAS INTERNATIONAL JOURNAL…•2013

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae