Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Tampir sebagai Ritual Peralihan dalam Upacara Kematian pada Suku Dayak Taman Kapuas di Kalimantan Barat

Bibliographic Data

ID22139571
AuthorsOktaviana Supriani Ririn (Tanjungpura University), Diaz Restu Darmawan (Tanjungpura University), Efriani Efriani (0000-0003-1087-9429, Tanjungpura University)
Year2021
Volume7
Issue4
Pages183
Publication date2021-11-11
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueIdeas Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2442-367X • E-ISSN: 2656-940X
PublisherIdeas Publishing (PUBLISHER)
DOI10.32884/ideas.v7i4.503
OpenAlexW3213616233
LanguageEN
Citations received2
References cited2

Various ways are done to show love, and last tribute to the person who has died. Tampir is one of the many death customs in ethnic groups in the archipelago. Tampir is a traditional death ceremony for the Taman Kapuas Dayak ethnic, which is carried out by inviting relatives and friends to attend to pay respects to their deceased members. This study focuses on the tampir ceremony as a rites of passage in the life cycle of the Dayak Taman Kapuas ethnic in Sayut Village, West Kalimantan. Data and information were collected by in-depth interviews and observations. The results of this study indicate that the tampir custom is carried out through a long procession, starting from giving invitations to relatives and friends, slaughtering cows, simple meals, eating together, surrounding the bodies with dances, funerals, and family gatherings. Berbagai cara dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta dan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Tampir merupakan satu dari sekian banyak adat kematian pada suku bangsa di nusantara. Tampir adalah upacara adat kematian pada etnis Dayak Taman Kapuas yang dilakukan dengan mengundang kerabat dan sahabat untuk hadir memberikan penghormatan kepada anggota mereka yang telah meniggal. Penelitian ini berfokus pada upacara tampir sebagai ritual peralihan dalam daur hidup etnis Dayak Taman Kapuas di Desa Sayut, Kalimantan Barat. Data dan informasi dikumpulkan dengan wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat tampir dilakukan melalui prosesi yang panjang, dimulai dari memberikan undangan kepada kerabat dan sahabat, melakukan pemotongan sapi, jamuan sederhana, makan bersama, mengelilingi jenasah dengan tarian, pemakaman, dan kumpul keluarga

Art · Ceremony · Humanities · Theology · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Philosophy

  • Swiftlets Becoming Neighbors

    Open Access•Mia B Dunphy•Bulletin of Concerned Asian…•2025

  • Adat Istiadat Kematian dan Kelahiran Suku Dayak Banyadu

    Open Access•Yusawinur Barella, Aminuyati Aminuyati et al.•Jurnal Adat dan Budaya Indonesia•2024

  • Kepercayaan Animisme-Dinamisme Serta Adaptasi Kebudayaan Hindu-Budha Dengan Kebudayaan Asli Di Pulau Lombok-NTB

    Open Access•Ahmad Afandi•Historis | FKIP UMMat•2018

Citations per year1
Citation span2024 - 2025 (2)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae