Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Seorang Pangeran Batak di Belanda

Bibliographic Data

ID21707499
AuthorsUli Kozok (0000-0002-1317-980X, University of Hawaiʻi at Mānoa, corresponding author)
Year2025
Volume21
Issue2
Pages102
Publication date2025-11-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueLembaran Sejarah (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1410-4962 • E-ISSN: 2620-5882
PublisherUniversitas Gadjah Mada (PUBLISHER)
DOI10.22146/lembaran-sejarah.102296
OpenAlexW7115882381
LanguageEN

Artikel ini menelusuri riwayat Radja Hakim Abinari Tampoebolon, seorang Batak yang memanfaatkan status sebagai “raja” untuk membangun karier yang berawal sebagai mata-mata kepolisian dan kemudian terlibat dalam jaringan dinas intelijen swasta berhaluan kanan di Belanda. Sebagai keturunan keluarga elite kolonial, Hakim menampilkan sikap pro-Belanda dan anti-kemerdekaan. Bersama ayahnya, ia mendukung gagasan pembentukan Negara Tapanuli dalam kerangka federasi Sumatra di bawah kendali Belanda. Di Belanda, Tampoebolon berperan sebagai kolaborator yang terlibat dalam penyelundupan dan jaringan konspiratif, termasuk komplotan pembunuhan. Modal yang diperoleh dari aktivitas ilegal ini digunakannya untuk mendirikan perusahaan di Jakarta dengan cabang di Medan, setelah kembali ke Indonesia pada 1950 bersama istrinya yang berkebangsaan Belanda. Seiring proses dekolonisasi, ia membangun citra baru sebagai pengusaha nasional dengan akses langsung ke lingkaran pejabat tinggi Republik Indonesia. Ia berhasil membangun narasi bahwa dirinya adalah lulusan hukum Belanda, meraih gelar doktor, dan pernah dipenjara karena sikap pro-kemerdekaan—sebuah kisah yang berlawanan dengan jejak kolaborasi kolonialnya. Perjalanan hidup Tampoebolon menunjukkan betapa lenturnya identitas kaum elite kolonial yang mampu merumuskan ulang peran dan legitimasi mereka demi mempertahankan posisi dalam republik pascakolonial

Elite · New Austrian Tunnelling method · Refugee · Asian Studies and History · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Semiotics and Cultural Interpretation

Citation velocityhistorical
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae