Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Dynamics of Interfaith Communication in Segregated Communities

Bibliographic Data

ID21709280
AuthorsAlhamuddin (0000-0002-1637-7174, Bandung Islamic University), Alhamuddin Alhamuddin, Muhammad Alifuddin (0000-0003-2003-1915, Institut Agama Islam Negeri Bengkulu)
Year2024
Volume23
Issue1
Pages18-34
Publication date2024-07-08
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueHarmoni (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 1412-663X • E-ISSN: 2502-8472
PublisherPuslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementrian Agama RI (PUBLISHER)
DOI10.32488/harmoni.v23i1.532
OpenAlexW4400694142
LanguageEN
References cited6

This study aimed to analyze interfaith communication between Muslims in Aoma and Christians in Ambesakoa, focusing on whether the in-group/out-group dichotomy acted as a barrier and identifying factors that fostered mindful communication. Employing a descriptive phenomenological approach, data were collected through semi-structured interviews and participant observation. Instruments included interview guides and field notes. Thematic analysis of the data revealed the following findings: Firstly, communication occurred nominally but with moderate intensity, shaped by long-term acquaintance and familial ties, and influenced by segregated living environments and individual busyness. Secondly, social interactions transcend primordial boundaries, avoiding stereotypes and prejudices, thereby promoting mindful communication. Thirdly, both communities fostered mindful interfaith communication driven by nationalism, shared family lines, and adherence to kalosara values. This study underscored the importance of inclusive education and cultural values in enhancing interfaith communication in segregated societies. It suggests that promoting deeper understanding and respect across religious divides can mitigate barriers created by in-group/out-group dynamics. By acknowledging and fostering these factors, societies can cultivate environments conducive to harmonious interfaith relations. This research contributes to the broader discourse on interfaith dialogue, highlighting practical strategies for promoting mutual respect and understanding in culturally diverse communities. Abstrak Studi ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi lintas agama antara Muslim di Aoma dan Kristen di Ambesakoa, dengan fokus pada apakah dikotomi dalam kelompok/luar kelompok bertindak sebagai penghalang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong komunikasi yang penuh perhatian. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara semi-struktural dan observasi partisipan. Instrumen yang digunakan meliputi panduan wawancara dan catatan lapangan. Analisis tematik dari data mengungkapkan temuan sebagai berikut: Pertama, komunikasi terjadi secara nominal namun dengan intensitas moderat, dipengaruhi oleh kenalan jangka panjang dan ikatan keluarga, serta dipengaruhi oleh lingkungan hidup yang terpisah dan kesibukan individual. Kedua, interaksi sosial melampaui batas-batas primordial, menghindari stereotip dan prasangka, sehingga mendorong komunikasi yang penuh perhatian. Ketiga, kedua komunitas mempromosikan komunikasi lintas agama yang penuh perhatian didorong oleh nasionalisme, garis keturunan bersama, dan nilai-nilai kalosara. Studi ini menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan nilai-nilai budaya dalam meningkatkan komunikasi lintas agama di masyarakat yang terpisah. Studi ini juga menyarankan bahwa mempromosikan pemahaman yang lebih dalam dan saling menghormati di antara perbedaan agama dapat mengurangi hambatan yang diciptakan oleh dinamika kelompok dalam/luar kelompok. Dengan mengakui dan mengembangkan faktor-faktor ini, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung hubungan lintas agama yang harmonis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskursus lebih luas mengenai dialog lintas agama, dengan menyoroti strategi praktis untuk mempromosikan saling menghormati dan pemahaman dalam komunitas yang beragam budaya

Islamic Studies and History · Media, Religion, Digital Communication · Psychology · Religion and Society Interactions

  • From Intellectual to Advocacy Movement

    Open Access•Wasisto Raharjo Jati, Halimatusa'diah Halimatusa'diah et al.•ULUMUNA•2022

  • Categorising interfaith learning objectives

    Open Access•Hannah J Visser, Anke I Liefbroer et al.•Journal of Beliefs and Values•2023

  • Abd Shamad al-Palimbani’s Concept of Islamic Education

    Open Access•Alhamuddin, Alhamuddin Alhamuddin•QIJIS (Qudus International…•2018

  • Understanding Islamic Dialectics in The Relationship with Local Culture in Buton Architecture Design

    Open Access•Muhammad Alifuddin, Alhamuddin et al.•KARSA Journal of Social and…•2021

  • A Method of Phenomenological Interviewing

    Open Access•Mark T Bevan, Mark Bevan•Qualitative Health Research•2014

  • From Silicon to Himalayan Valley(s)

    Open Access•Muhammad Masood, Marko M Skoric•Social Media + Society•2023

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae