Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Leksikon Kuliner Tradisional Masyarakat Kabupaten Pandeglang

Bibliographic Data

ID22156224
AuthorsOdien Rosidin (0000-0002-3471-4322, Sultan Ageng Tirtayasa University), Erwin Salpa Riansi (Sultan Ageng Tirtayasa University), Asep Muhyidin (0000-0002-7168-1128, Sultan Ageng Tirtayasa University)
Year2021
Volume20
Issue1
Pages49-75
Publication date2021-04-29
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueLITERA (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2460-8319 • E-ISSN: 2460-8319
PublisherUniversitas Negeri Yogyakarta (PUBLISHER)
DOI10.21831/ltr.v20i1.33908
OpenAlexW3145229457
LanguageEN
Citations received3
References cited2

Kuliner tradisional bukan sekadar mencerminkan khazanah makanan, bahan yang digunakan, cara pengolahan, dan cita rasa olahan lokal yang unik, tetapi juga merepresentasikan entitas budaya masyarakat secara utuh. Leksikon nama kuliner tradisional menyiratkan makna budaya yang penting untuk digali dan diinterpretasikan dalam kaitannya dengan pengungkapan nilai -nilai simbolik dan budaya yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kuliner tradisional masyarakat Kabupaten Pandeglang berdasarkan tinjauan bentuk leksikon, fungsinya dalam upacara atau ritual adat, dan pandangan masyarakat terhadap simbol dan makna kuliner tradisional sebagai pelengkap dalam upacara atau ritual adat. Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai metode etnografis berancangan antropolinguistik. Sumber data penelitian adalah tuturan lisan para informan sebagai narasumber. Pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan dan wawancara. Analisis data dengan empat kegiatan, yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ditemukan 25 leksikon nama makanan; 14 leksikon nama makanan pelengkap upacara atau ritual adat; 32 leksikon nama alat pembuatan, 35 leksikon nama bahan, dan 38 leksikon nama proses pembuatan. Kedua, kuliner tradisional dalam fungsinya sebagai pelengkap upacara atau ritual adat mencerminkan tiga dimensi nilai, yaitu individual, sosial, dan pengetahuan. Ketiga, kuliner tradisional sebagai pelengkap upacara atau ritual adat merepresentasikan simbol dan makna yang berhubungan erat dengan identitas sosial budaya masyarakat Kabupaten Pandeglang. Temuan penelitian bermanfaat untuk dokumentasi produk budaya kuliner lokal dan upaya revitalisasi dan pemertahanan budaya tradisional menghadapi moderninasi dan globalisasi.Kata kunci: leksikon, kuliner tradisional, sosial budaya, ritual adatLEXICON OF THE COMMUNITY TRADITIONAL CULINARY IN PANDEGLANG REGENCYAbstractTraditional culinary not only reflects the food treasures, ingredients used, processing methods, and unique local processed flavors, but also represents the cultural entity of the community as a whole. The lexicon of traditional culinary names implies cultural meanings that are important to explore and interpret in relation to the expression of the symbolic and cultural values they contain. This study aims to describe the traditional culinary delights of the people of Pandeglang Regency based on a review of the lexicon forms, their function in traditional ceremonies or rituals, and people's views on traditional culinary symbols and meanings as a complement to traditional ceremonies or rituals. This study was designed using a qualitative approach using ethnographic methods with anthropolinguistic design. The data source of this research was the oral speech of the informants as sources. Data collection was done by participant observation and interview techniques. Data were analyses were conducted in four activities, namely collection, reduction, presentation, and verification. The research results are as follows. First, the following are found: 25 lexicons of food names, 14 lexicons of names of complementary foods for traditional ceremonies or rituals, 32 lexicons of manufacturing tool names, 35 lexicons of material names, and 38 lexicons of manufacturing process names. Second, traditional culinary in its function as a complement to traditional ceremonies or rituals reflects three dimensions of value; namely individual, social, and knowledge. Third, traditional culinary as a complement to traditional ceremonies or rituals representing symbols and meanings are closely related to the socio-cultural identity of the people of Pandeglang Regency. The research findings are useful for documenting local culinary culture products and efforts to revitalize and maintain traditional culture in facing modernization and globalization.Keywords: lexicon, traditional culinary, social culture, traditional rituals

Art · Humanities · Sociology · Linguistics and Language Analysis

  • Food Offerings at the Baritan Ceremony in Asemdoyong, Pemalang Regency

    Open Access•Sarwiji Suwandi, Titi SETIYONINGSIH et al.•KEMBARA Journal of Scientific…•2025

  • Penamaan Semantis dan Pandangan Budaya pada Jajanan Pasar Jawa Barat

    Open Access•Ahmad Maulana Ghufar, Suhandano Suhandano•DIGLOSIA Jurnal Kajian Bahasa…•2022

  • Setaman flower lexicons in the Nyekar rite

    Open Access•Salamah Salamah, Halimah Milladunka Nazilah et al.•LITERA•2024

  • Perspektif Masyarakat Jawa Terhadap Pemakaian Bahasa Nonverbal

    Open Access•Pranowo, Pranowo Pranowo•LITERA•2020

  • Makna Simbolis dan Filosofis Kuliner Tradisional pada Upacara Tradisi di Kudus

    Open Access•Sri Indrahti, Siti Maziyah et al.•Endogami Jurnal Ilmiah Kajian…•2018

Citations per year0.75
Citation span2022 - 2025 (4)
Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae