Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Development Of Sekaa Selonding Manik Selukat Banjar Tunjuk Kelod | Pembinaan Sekaa Selonding Manik Selukat Banjar Tunjuk Kelod

Bibliographic Data

ID22272178
AuthorsI Wayan Yoko Mahesa Putra (Institut Seni Indonesia Denpasar, corresponding author)
Year2023
Volume3
Issue4
Pages372-378
Publication date2023-11-30
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenueGHURNITA Jurnal Seni Karawitan (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 2798-6128 • E-ISSN: 2798-6373
PublisherFakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar (PUBLISHER)
DOI10.59997/jurnalsenikarawitan.v3i4.2495
OpenAlexW4389207588
LanguageEN
References cited8

Selonding merupakan alat musik tradisional Bali yang usianya lebih tua dibandingkan dengan gamelan-gamelan lainnya yang kini populer dalam kesenian maupun yang digunakan dalam upacara adat dan agama. Kata Selonding diduga berasal dari kata “salon” dan “ning” yang berarti tempat suci, karena dilihat dari fungsinya adalah sebuah gamelan yang dikeramatkan atau disucikan. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa Selonding berasal dari kata “saron” dan “ding” yang berarti bilah-bilah gamelan dengan nada terendah yaitu nada ding. Rumusan masalah yang penulis rancang antara lain : bagaimana cara meningkatkan minat remaja untuk memainkan Selonding, teknis dan metode apa yang digunakan, serta manfaat apa yang didapat. Pada pembinaan Gending Selonding yang menjadi program kerja utama dari penulis sendiri, penulis menyuguhkan geding Gilak Ngundang Ujan, Sekar Gadung, Rejang Lente. Dan pada pelaksanaannya penulis mengajak para remaja yang merupakan remaja dari beberapa Banjar yang ada di lingkup Desa Tunjuk. Dari adanya pembinaan tabuh Gamelan Selonding di Desa Tunjuk diharapkan dapat berkontribusi dan bermanfaat dengan baik untuk Desa dan untuk pemuda yang ikut dalam melakukan kegiatan tersebut. Selain itu juga setelah adanya pembinaan menabuh Gamelan Selonding ini bisa bermanfaat untuk dipergunakan jika ada upacara Agama di sekitar Desa Atau luar Desa

Art · Humanities · Physics · Child Development and Education · Cultural and Artistic Studies

  • Konsep Bakti Pada Penyajian Gending-Gending Gambang di Desa Kwanji Sempidi

    Open Access•I Nyoman Mariyana•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2023

  • Pucuk Bang, A Balinese Musical Composition Komposisi | Pucuk Bang, Sebuah Komposisi Karawitan Bali

    Open Access•Dwiki Yunadika, I Ketut Muryana•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2023

  • Mutusake

    Open Access•Hendra Santosa, Ni Made Ayu Dwi Sattvitri et al.•PROMUSIKA•2022

  • Wira Chandra New Music Creation | Musik Kreasi Baru Wira Chandra

    Open Access•I Made Dwi Rustika Manik, I Nyoman Sudiana et al.•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2023

  • Pengalaman empiris menjadi sebuah ide dalam penciptaan musik

    Open Access•Yandri Syahputra•Dewa Ruci Jurnal Pengkajian dan…•2017

  • The Transformation of Wargasari’s Kidung into Composition “Wehyang” | Transformasi Kidung Wargasari ke dalam Komposisi Karawitan “Wehyang”

    Open Access•I Made Rai Purna Yasa, Hendra Santosa•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2022

  • TCreation Music Bangsing Waringin | Tabuh Kreasi Bangsing Waringin

    Open Access•I Gede Wisnu Kusumayana, Saptono et al.•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2023

  • Music Composition Bebarongan “Cepuk” | Tabuh Petegak Bebarongan “Cepuk

    Open Access•I Ketut Muryana, Agus Gede Sukarta•GHURNITA Jurnal Seni Karawitan•2023

Highly citedNo

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae