Karawitan Composition Ngebur | Komposisi Karawitan Ngebur
Bibliographic Data
| ID | 22272189 |
|---|---|
| Authors | I Putu Hadi Mulyawan, Iwan Mulyawan (Institut Seni Indonesia Denpasar, corresponding author) |
| Year | 2022 |
| Volume | 2 |
| Issue | 2 |
| Pages | 142-149 |
| Publication date | 2022-05-23 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | GHURNITA Jurnal Seni Karawitan (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2798-6128 • E-ISSN: 2798-6373 |
| Publisher | Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar (PUBLISHER) |
| DOI | 10.59997/jurnalsenikarawitan.v2i2.479 |
| OpenAlex | W4383271301 |
| Language | EN |
| References cited | 5 |
Ngebur merupakan sebuah akronim dari suku kata nges, bungah, dan rame. Ketiga kata tersebut merupakan sebuah elaborasi yang terjadi dalam sebuah kotekan. Media ungkap karya ini menggunakan gamelan Gong Kebyar yang mentitik fokuskan penggarapannya pada instrument ugal, pemade, dan kantilan. Karya ini terinspirasi dari sebuah kotekan yang ada dalam gamelan Bali dan mengadopsi beberapa kotekan yang kemudian dikembangkan tanpa menghilangkan ciri khas dari kotekan yang penata adopsi. Tahapan proses kreativitas dalam garapan ini menggunakan metode dari bapak I Wayan Beratha. Tahapan dari metode ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu terdiri dari (1) nguping, (2) menahin, dan (3) ngelesin. Komposisi karawitan Ngebur ini digarap dan diwujudkan dalam bentuk musik karawitan inovatif yang berdurasi 12 menit yang didukung oleh 17 orang pemain termasuk penata. Tujuan dari terciptanya penggarapan karya ini untuk mengetahui tentang struktur, tehnik, dan pola yang terdapat pada kotekan dalam musik Bali. Adapun manfaat dari terciptanya karya ini sebagai realisasi sebuah kemampuan subjektif dari penata untuk berkreasi dalam bidang garap musik baru yang inovatif sehingga dapat mendorong para pelaku seni untuk lebih menerima karya baru bahwa berkarya tidak harus berpaku pada tradisi saja, seperti pada karya ini dengan pengolahan dan pengembangan kotekan sebagai dasar penggarapannya
Art · Humanities · Physics · Child Development and Education · Cultural and Artistic Studies
| Citation velocity | historical |
|---|---|
| Highly cited | No |