Literature as a source for history The case of the Repen Ripangi (1886)
Bibliographic Data
| ID | 6174383 |
|---|---|
| Authors | Willem Van Der Molen |
| Year | 2008 |
| Volume | 10 |
| Issue | 2 |
| Pages | 191-191 |
| Publication date | 2008-10-01 |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | Wacana Journal of the Humanities of Indonesia (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 1411-2272 • E-ISSN: 2407-6899 |
| Publisher | Wacana Journal of the Humanities of Indonesia (PUBLISHER) |
| DOI | 10.17510/wjhi.v10i2.192 |
| OpenAlex | W1587998207 |
| Language | EN |
| Citations received | 1 |
Teks sejarah berbeda dengan teks sastra. Teks sejarah menceritakan apa yangbenar-benar terjadi di masa lalu sementara teks sastra tidaklah demikian.Oleh karena itu, sejarawan sering menghindari penggunaan teks sastra dalampenelitian mereka. Saya berargumen bahwa teks sastra dapat menambahkandimensi lain pada wawasan sejarah, yang tidak ditemukan dalam dokumensejarah. Analisis puisi Jawa berjudul Repen Ripangi dari abad kesembilan belasmenunjukkan bahwa teks ini, selain memberikan laporan yang sangat menariktentang pendamaian ideologis seorang reformis muslim, juga membuka jalanbagi penulisnya dalam menyuarakan kritiknya terhadap kekuasaan kolonialBelanda
Art · Humanities · Asian Studies and History · Cultural and Religious Practices in Indonesia · Islamic Finance and Communication
| Citations per year | 0.17 |
|---|---|
| Citation span | 2020 - 2020 (1) |
| Highly cited | No |