Kosmologis Tetabuhan dalam Upacara Ngaben
Bibliographic Data
| ID | 7534835 |
|---|---|
| Authors | I Nyoman Arsana (0000-0002-9017-0147, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, corresponding author), I Nyoman Cau Arsana, G R Lono Lastoro Simatupang (0000-0002-0552-0422, Universitas Gadjah Mada), R M Soedarsono (Universitas Gadjah Mada), I Wayan Dibia (Universitas Gadjah Mada) |
| Year | 2015 |
| Volume | 15 |
| Issue | 2 |
| Pages | 107-125 |
| Publication date | 2015-03-15 |
| Peer Reviewed | Yes |
| Open Access | Yes |
| Type | ARTICLE |
| Venue | RESITAL JURNAL SENI PERTUNJUKAN (JOURNAL) |
| Journal identifiers | ISSN: 2085-9910 • E-ISSN: 2338-6770 |
| Publisher | Indonesian Institute of the Arts, Yogyakarta (PUBLISHER • ID) |
| DOI | 10.24821/resital.v15i2.846 |
| OpenAlex | W1587229500 |
| Language | EN |
| Citations received | 7 |
| References cited | 2 |
Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1) mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2) menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi) yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos. Penelitian ini difokuskan pada dua hal, yaitu: (1) mendeskripsikan hubungan musik dan ritual melalui penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben dan (2) menemukan aspek-aspek kosmologis tetabuhan dalam upacara ngaben. Penelitian ini menggunakan perspektif etnomusikologis dipadukan dengan konsep agama dan filsafat bunyi yang tertuang dalam lontar Prakempa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara tetabuhan dan upacara ngaben yang teraplikasi lewat penggunaan tetabuhan dalam prosesi upacara ngaben. Penggunaan tetabuhan dalam upacara ngaben berkaitan erat dengan aspek-aspek kosmologis. Suara yang dijadikan dasar dari nada-nada gamelan Bali adalah suara (bunyi) yang keluar dari alam. Suara tersebut digabungkan menjadi sepuluh suara yaitu panca suara patut pelog dan panca suara patut slendro yang menyebar ke seluruh penjuru alam. Tetabuhan dalam upacara ngaben, melalui jalinan nada-nada merupakan manifestasi dari pemujaan kepada ista dewata sebagai cermin konsep keseimbangan mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos
Art · Cultural and Artistic Studies · Cultural and Educational Studies
Upacara Kematian Pada Masyarakat Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar Dalam Perspektif Hukum Islam
Megat Asih
The Robustness of Balinese Hindu Sacred Art in the Face of Hegel's Theory 'The Death of Art'
Religious Values in Balinese Hinduism Death Rituals
Estetika Tri Mandala Dalam Komposisi Baru Pasupati
Galong dan Pathet Manyura dalam Pedalangan Ngayogyakarta
Transmisi Kelentangan dalam Masyarakat Dayak Benuaq
| Unique citing works | 7 |
|---|---|
| Citations per year | 0,78 |
| Citation span | 2017 - 2022 (6) |
| Citation velocity | historical |
| Highly cited | No |
| Citation types | Neutral: 7 |