Skip to main content

ETHNOS_APP

Home • Search • Journals • List 0

Tepak Kendang Jaipong dalam Kesenian Campursari

Bibliographic Data

ID19136279
AuthorsAsep Saepudin (0000-0002-0539-1923, Institut Seni Indonesia Surakarta), Asep Saepudin Saepudin, Ela Yulaeliah (Institut Seni Indonesia Yogyakarta, corresponding author)
Year2021
Volume31
Issue2
Publication date2021-06-30
Peer ReviewedYes
Open AccessYes
TypeARTICLE
VenuePanggung (JOURNAL)
Journal identifiersISSN: 0854-3429 • E-ISSN: 2502-3640
PublisherInstitut Seni Budaya Indonesia Bandung (PUBLISHER • ID)
DOI10.26742/panggung.v31i2.1544
OpenAlexW3180039696
LanguageEN
Citations received2
References cited2

This paper aims to determine the causes of changes in the Jaipong kendang motifs and analyze its motifs in Campursari. This writing uses the method of descriptive analysis. The entry of the Jaipong kendang in Campursari led to various changes from the original kendang. The conclusions obtained were changes in the multiple motifs of Jaipong kendang as a result of adjusting the Jaipong kendang to the Campursari performance. The Campursari players, who are predominantly Javanese and have traditional values, cannot be separated when they play the Jaipong kendang. The sense of tradition of the artists in playing the Javanese kendang, of course, indirectly channeled in the Jaipong kendang. The result is that new motifs of Jaipong kendang are the result of the artists’ creativity. Jaipong kendang motifs contained in Campursari, in general, are mincid motifs. It is found in almost every song accompanied by the Jaipong kendang. The other motifs are in the form of codes or accents made by artists as a unique feature in every Campursari song. Keywords: tepak, jaipong, mincid, campursari ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadi perubahan motif kendang jaipong serta menganalisis motif-motif kendang jaipong dalam Campursari. Metode deskriptif analisis digunakan dalam penulisan ini. Masuknya kendang jaipong dalam Campursari, menimbulkan berbagai perubahan dari kendang aslinya. Hasil kesimpulan diperoleh bahwa terjadinya perubahan beragam motif kendang jaipong sebagai akibat disesuaikannya kendang jaipong dengan sajian Campursari. Pemain Campursari yang mayoritas orang Jawa dan telah memiliki nilai tradisi, tidak lepas begitu saja ketika mereka memainkan kendang jaipong. Rasa tradisi para seniman dalam bermain kendang Jawa, tentunya secara tidak langsung tersalurkan di dalam kendang jaipong. Hasilnya adalah motif-motif baru kendang jaipong hasil kreativitas para seniman. Motif-motif kendang jaipong yang terdapat di dalam Campursari secara umum adalah motif mincid. Motif mincid ini terdapat hampir di setiap lagu yang diiringi kendang jaipong. Adapun motif lainnya adalah berupa kode atau aksen-aksen hasil karya seniman sebagai ciri khusus dalam setiap lagu Campursari. Kata kunci: tepak, jaipong, mincid, campursari

Aesthetics · Art · Humanities · Child Development and Education · Cultural and Artistic Studies

  • Philosophy & Aesthetics of Kendang in The Sundanese Concept of Life

    Open Access•Rizki Rizali, Agus Budiman et al.•Gondang Jurnal Seni dan Budaya•2023

  • Budaya Cina Dalam Ragam Hiasan Di Pelaminan Khas Minangkabau

    Open Access•Annisa Fitra•Panggung•2023

  • Purpose Of Art Dan Kontribusinya Dalam Transformasi Budaya (Studi Kasus

    Open Access•Lilis Sumiati•Panggung•2015

  • Menelusuri Karya dan Karsa Manthou’s Sebagai Seniman dan Pencipta Campursari

    Open Access•Joko Tri Laksono•RESITAL JURNAL SENI PERTUNJUKAN•2013

Unique citing works2
Citations per year0.67
Citation span2023 - 2023 (1)
Citation velocityhistorical
Highly citedNo
Citation typesNeutral: 2

Tools

Open DOIOpen Access
Ethnos_APP • Open Source Project • MIT License • Frontend v2.0.0 • Privacy and Cookies • API Documentation: api.ethnos.app/docs • API Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17049435 • Frontend Source Code: GitHub • DOI: 10.5281/zenodo.17050053 • cruz.rio.br • Expectantes Misericordiae